Produk - Berita dan Siaran Pers
High Level Meeting TPID Kabupaten Banggai Perkuat Stabilisasi Harga Jelang Nataru 2025
18 Desember 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
Luwuk, 18 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting dengan tema “Memperkuat Langkah Stabilisasi dan Pasokan Pangan Tahun 2025”. Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai dan dihadiri oleh perwakilan OPD terkait serta instansi vertikal.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga inflasi Luwuk agar tetap terkendali dengan target maksimal sebesar 3,5 persen. Salah satu langkah konkret yang terus dilakukan adalah pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah setiap minggu selama tiga bulan. Selain itu, TPID juga melakukan evaluasi dan persiapan pengendalian harga serta pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemaparan kondisi dilakukan oleh masing-masing OPD, baik yang berkaitan dengan komoditas pangan maupun nonpangan. Dinas Perdagangan melaporkan adanya kenaikan harga daging ayam ras, cabai keriting, dan cabai rawit pada hari pelaksanaan rapat, sementara 29 komoditas lainnya terpantau stabil. Harga beberapa jenis ikan, seperti ikan kembung, tongkol, dan cakalang justru mengalami penurunan. Dari sisi pasokan, stok di 11 distributor mencatat lonjakan permintaan minyak goreng, terigu, dan gula, namun masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru. Pasar murah dijadwalkan kembali pada 20, 22, dan 28 Desember 2025.
Dinas Peternakan menjelaskan bahwa kenaikan harga daging ayam ras akan diantisipasi melalui pemberian subsidi harga. Dinas Pertanian menyampaikan bahwa meningkatnya permintaan cabai keriting untuk kebutuhan MBG turut memengaruhi harga, sehingga diperlukan dukungan subsidi. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan menyebutkan harga rica mengalami kenaikan namun masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bulog melaporkan ketersediaan beras sekitar 4.600 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 3–4 bulan ke depan. Selain itu, tersedia stok jagung sebanyak 20 ton. Stok minyak goreng saat ini kosong namun sedang dalam proses pengiriman dengan kapasitas 20.000 liter. Untuk komoditas gula, tersedia 100 ton dan tambahan 20 ton sedang dalam perjalanan, cukup untuk kebutuhan sekitar tiga bulan. Pada musim panen Oktober–November 2025, Bulog telah menyerap 1.412 ton beras petani.
Dari sektor nonpangan, Pertamina memastikan ketersediaan BBM subsidi di terminal, dengan stok biosolar sekitar 2.200 kL (cukup untuk 9 hari) dan pertalite 1.100 kL (cukup untuk 5 hari). Pasokan tambahan BBM dari Bau-Bau dijadwalkan tiba pada 20 Desember 2025. Pertamina juga menjaga stok minimal untuk kebutuhan tiga hari serta terus menertibkan pangkalan LPG yang menjual di atas HET.
Satgas menyampaikan bahwa saat ini memasuki musim pengolahan lahan pertanian, sehingga ketersediaan BBM subsidi, khususnya solar, sangat dibutuhkan oleh petani dan nelayan. Kendala muncul karena solar juga digunakan untuk proyek pembangunan. Oleh karena itu, diharapkan penggunaan alat berat dalam proyek dapat dialihkan ke BBM non-subsidi. PLN dan PDAM menyatakan kesiapan dalam memenuhi kebutuhan listrik dan air bersih masyarakat. Polres Banggai juga menyatakan kesiapan pengamanan di 348 gereja serta pengawasan melalui Satgas Pangan guna mencegah penimbunan barang dan mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan tanpa panic buying.
Menutup rapat, Sekda berharap seluruh pihak dapat terus menjaga stabilitas harga dan pasokan agar tidak terjadi lonjakan inflasi. Ia juga berharap perayaan Natal bagi umat Kristiani di Kabupaten Banggai dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten Banggai (Statistics Indonesia Banggai Regency)Jl. S. Parman Nomor 27 Luwuk
Sulawesi Tengah
94711. Telp (62-461) 21336 Mailbox : [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik